Sabtu, 11 Mei 2013

Besaran dan Satuan

Kompetensi Dasar
Setelah mempelajari materi besaran dan satuan maka anda dapat :
Membedakan besaran pokok dan besaran turunan serta satuan untuk masing-masing besaran tersebut.
Indikator
Siswa dapat :
1. Membedakan besaran pokok dan satuannya
2. Membedakan besaran turunan dan satuannya
3. Mengkonversi satuan panjang
4. Mengkonversi satuan massa
5. Mengkonversi volume
Materi
Besaran Pokok
Pengukuran adalah proses membandingkan nilai besaran yang diukur dengan besaran sejenis yang dipakai sebagai satuan. Hasil dari pada pengukuran merupakan besaran.
Besaran adalah sesuatu yang dapat di ukur dan dinyatakan dengan angka atau nilai dan memiliki satuan.
Dalam fisika terdapat dua besaran yaitu besaran pokok dan besaran turunan.
Besaran pokok adalah besaran yang satuannya didefinisikan terlebih dahulu dan tidak dapat dijabarkan
dari besaran lain.



1. Panjang



Panjang adalah jarak antara dua titik di dalam ruang. Lebar, tinggi, jari-jari lingkaran termasuk dalam
besaran panjang. Dalam SI satuan panjang adalah meter.
Standar panjang internasional yang pertama adalah sebuah batang terbuat dari bahan campuran platina
iridium, dan di simpan di the international Bureau of Weight and Measures. Tahun 1960 para ahli menetapkan
bahwa satu meter sama dengan 1.650.763,73 kali panjang gelombang pancaran sinar jingga-merah dari atom
kripton-86 dalam ruang hampa. Alat ukur panjang adalah mistar, jangka sorong, dan mikrometer sekrup.
Pada mikrometer sekrup mempunyai tingkat ketelitian 0,01 mm sedangkan jangka sorong mempunyai tingkat
ketelitian 0,1 mm .

2. Massa
    
           

  Satuan standar untuk massa adalah kilogram. Massa adalah jumlah materi yang terkandung dalam suatu benda.
Satu kilogram adalah massa sebuah silinder logam yang terbuat dari campuran platina iridium yang disimpan di
lembaga Berat dan Ukuran Internasional di Paris, Prancis. Untuk menggukur besaran massa antara lain adalah
sebagai berikut :
1. Neraca lengan,
    ada yang terdiri dari dua lengan atau tiga lengan.
2. Neraca kimia,
    biasa digunakan untuk mengukur massa yang kecil.
3. Neraca elektronik/digital.

3. Waktu

                

Satuan waktu dalam SI adalah sekon. Pada mulanya satuan waktu didasarkan pada waktu perputaran bumi mengelilingi sumbunya. Untuk mendapatkan pengukuran waktu yang lebih teliti, sekarang orang menggunakan jam atom. Jam ini diatur oleh gerakan atom tertentu (misalnya atom Cesium) dimana 1 detik adalah 9.192.631.770 periode getaran atom cesium-133. Alat ukur waktu yang digunakan untuk mengukur besaran waktu antara lain adalah sebagai berikut :
1. Jam matahari, jam pasir, jam air.
2. Arloji
3. Stopwatch



                                                
Besaran Turunan
Besaran Turunan adalah besaran yang satuannya diturunkan dari besaran pokok. Jika suatu besaran turunan merupakan perkalian besaran pokok , satuan besaran turunan itu juga merupakan perkalian satuan besaran pokok, begitu juga berlaku didalam satuan besaran turunan yang merupakan pembagian besaran pokok.
Contoh :
   Luas            = Panjang x Lebar
   Satuan luas = satuan besaran panjang x satuan besaran panjang
                       = m x m
                       = m2

Sistem Satuan Internasional
Sistem satuan internasional telah disepakati pada tahun 1960 oleh Konferensi Umum Kesebelas mengenai berat dan ukuran, dengan nama Sistem international (SI). Sistem satuan internasional menggunakan satuan dasar meter, kilogram, dan sekon, atau biasa disebut sistem MKS dan satuan yang lain yang biasa dipakai dalam fisika adalah centimeter, gram sekon atau sistem CGS
Konversi Besaran Pokok
1. Konversi Satuan Panjang
Mengubah/konversi satuan panjang adalah mengubah satuan panjang yang satu ke satuan yang lain. Untuk memudahkan dalam mengubah awalan yang satu ke awalan yang lain dapat digunakan tangga konversi satuan.
 
Cara menggunakan tangga konversi :
Setiap turun satu anak tangga maka bilangan asal dikalikan 10.
Setiap naik satu anak tangga maka bilangan asal di bagi 10.
Contoh :
1. 10 km = 10 x 10 hm = 100 hm
    (dikalikan 10 dari km ke hm turun satu       anak tangga ).
2. 10 m = 10 : 1000 km = 0.01 km
   (dibagi 1000 karena dari m ke km naik 3     anak tangga)

2. Konversi Satuan Massa Konversi massa mengubah nilai besaran dari
satuan massa yang satu ke satuan massa yang lain.





Cara menggunakan tangga konversi massa :

Setiap turun satu anak taangga maka bilangan asal dikalikan 10.
Setiap naik satu anak tangga maka bilangan asal di bagi 10.
Contoh :
1. 5 kg = 5 x 10 hg = 50 hg
    (dikalikan 10 dari kg ke hg turun satu anak      tangga ).
2. 1000 mg = 1000 : 1000 g = 1g
    (dibagi 1000 karena dari mg ke g naik 3      anak tangga)
   
Konversi Besaran Turunan

Volume menyatakan ukuran ruang yang ditempati suatu benda. Besaran volume merupakan besaran turunan yang didapatkan dari besaran panjang. Mengubah satuan volume adalah mengubah satuan volume yang satu ke atuan volume yang lain. Untuk mengubah awalan satuan pada satuan volume anda dapat menggunakan tangga konversi.
Cara menggunakan tangga konversi volume :
A.
Setiap turun satu anak tangga maka bilangan asal dikalikan 1000.
Setiap naik satu anak tangga maka bilangan asal di bagi 1000.
Contoh :
1. 1 m3 = 1 x 1000 dm3 = 1000 dm3
    (dikali 1000 dari m3 ke dm3 turun satu anak tangga).
2. 1 m3 = 1 x 1.000.000 cm3 = 1.000.000 cm3
    (dikali 106 karena dari m3 ke cm3 turun 2 anak     tangga)
 

B.

Setiap turun satu anak tangga maka bilangan asal dikalikan 10.
Setiap naik satu anak tangga maka bilangan asal di bagi 10.
Contoh :
1. 1000 mL = 1000 : 1000 L = 1 L
    (dibagi 1000 dari mL ke L turun tiga anak tangga ).
2. 100 L = 100 x 100 cL = 10000 cL
    (dikali 100 karena dari L ke cL turun 2 anak tangga)
 

Simulasi
Simulasi Konversi Massa
Simulasi Konversi Volum
Latihan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar